“A Wednesday” dan Potret Kegusaran Kita pada Hukum

Naseeruddin Shah in a still from the movie _A Wednesday_  shown to user
credit : hamaraphotos.com

Di luar genre drama yang sangat populer, India punya deretan film-film thriller yang bagus. Thriller politik dalam Rann (2010),  Kahaani (2012) dengan thriller kriminalnya dan dan sajian court room drama dalam Pink (2016) adalah beberapa contoh yang tepat. Kelebihan sineas-sineas India dalam genre ini adalah bagaimana mereka membawakan kisah dan nuansa lokal dengan gaya khas, tanpa harus ikut-ikutan Hollywood. Continue reading

Advertisements

Mengapa Kuliah Hukum di Amerika Serikat ?

baier-hall
Baier Hall, gedung kuliah saya di Maurer School of Law – IU Bloomington (credit : law.indiana.edu)

Judul tulisan ini adalah pertanyaan yang sering terlontar pada saya, sejak orang-orang (kebanyakan teman kantor) mengetahui saya lolos beasiswa Fulbright dan akan melanjutkan studi pada Fall 2018 di Indiana University Bloomington-Maurer School of Law, Amerika Serikat. Kalau pertanyaan tersebut saya jawab dengan sedikit klise “Kenapa tidak ?” tentu bukan jawaban yang benar-benar memberikan informasi yang lengkap tentang pilihan saya studi di U.S. Tulisan ini akan membahas sedikit mengenai mengapa perlu (kalau tidak mau dikatakan harus) untuk studi hukum di Amerika, setidaknya berdasarkan pengalaman saya pribadi.

Setahu saya, kebanyakan orang Indonesia berlatar belakang hukum, terutama akademisi memang memilih Belanda sebagai negara pilihan utama untuk melanjutkan studi, kemungkinan besar karena kesamaan sistem hukum mengingat KUHP Indonesia yang sampai sekarang belum dirubah juga merupakan warisan dari Belanda. Secara umum, saya bisa bilang melanjutkan kuliah di negara manapun, termasuk Indonesia, ilmu yang kita dapat sama, namun tentu ada alasan khusus yang mendasari kenapa saya memutuskan kuliah di negara yang punya selisih 12-13 jam dengan Indonesia ini. Continue reading

Baiq Nuril dan Logika Penyebaran Pornografi Internet

20-1442738676-porn
credit : oneindia.com

Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) lagi-lagi membawa korban, bahkan kali ini bukan terkait Pasal 27 Ayat 3 yang sering menjadi dasar pelaporan tindak pidana, melainkan Pasal 27 Ayat 1 tentang kesusilaan. Baiq Nuril, Seorang guru honorer di Mataram divonis bersalah melalui putusan kasasi Mahkamah Agung terkait penyebaran informasi elektronik yang memiliki muatan kesusilaan. Kasus semacam ini dan kaitannya dengan pornografi di internet sudah beberapa kali terjadi, sehingga saya akan langsung membahas pornografi di internet dan masalah penyebarannya dari konteks hukum pidana Indonesia.

Bunyi Pasal 27 Ayat 1 UU ITE adalah sebagai berikut “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.” Tidak ada penjelasan rinci mengenai makna “kesusilaan” baik pada UU ITE maupun Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Elektronik (UU ITE Perubahan), ketika Penjelasan Pasal 27 Ayat 3 dan Ayat 4 UU ITE Perubahan menegaskan bahwa ketentuan perbuatannya mengacu pada KUHP. Frasa “kesusilaan” pada Pasal 27 Ayat 1 tidak mendapat pengaturan serupa, selain menjelaskan makna frasa “mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya”. Continue reading

CCTV Footage : An Insight for Criminal Evidence Procedure

cctv-surveillance-banner
credit : Ademco Security Group

Applying technology into human’s life almost like flipping side of coins, it can ended good or bad. It depends on how attach you to the technology, as it will either you are controlling it or the other way around.  My first two sentences might be sound terrifying, but if you ever read or saw the news on how advanced the CCTV in China applied, you may get my point.

I attended this Graduate Colloquium Meeting, a weekly meeting held by my program at IU Maurer School of Law. One of the presentation given by fellow SJD candidate really caught my interest. Zhang Lianhan presented her paper titled “Police and Public Attitudes towards CCTV in China”, and some of the hypotheses are interesting. It is kind of shocked me that some of the China’s citizen are already realized that their privacy might be threatened by Skynet surveillance (Yes the name is same as the one in that movie, and if you get this reference, we might be got too much exposure  of pop culture 🙂 ). As presented by Lianhan, the younger are tend to less supportive toward the technology as well as they who got higher education. However, another toughtful point in her paper is that China’s people might be not really care with how the surveilance goes, as long as they are not criminals. Even since 2015, the surveilance advanced to provide social ranking among the society, something that inspired one of the Black Mirror episode titled “Nosedive”.  Continue reading

Memastikan Kembali Perlindungan Privasi

Membaca naskah UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE Perubahan), sekilas pada awalnya ada sedikit harapan terkait perubahan UU ini, dimana penegasan mengenai delik aduan untuk tindak pidana pencemaran nama baik dan pengaturan mengenai data pribadi yang lebih spesifik, yang perubahannya berupa penambahan beberapa ayat pada Pasal 26.

credit : wordstream
credit : wordstream

Sejak Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Nomor 11 Tahun 2008 (UU ITE) diberlakukan, masalah privasi di internet sesungguhnya sudah merupakan masalah yang belum jelas aturan hukumnya, karena hanya mengatur aspek privasi di internet pada 1 pasal saja, sementara aspek privasi yang diakomodir belum menyentuh hal-hal krusial pada privasi di internet. Sebagai contoh bagaimana pelanggaran privasi melalui e-mail spam, khususnya terkait perusakan data pribadi? Bagaimana pula pencurian data pribadi yang terjadi melalui transaksi elektronik? Hal-hal ini belum menjadi fokus Pasal pengaturan privasi di internet baik dalam UU ITE maupun UU ITE Perubahan. baca selengkapnya

The Big Bang Theory Season 9 : What I’m Expecting About

Many changes in season 9, including Leonard face
Many changes in season 9, including Leonard face

It’s been a while since i wrote about movies, and now i want to write about it again. On this post i would like to share some things that i expect about one of my favorite TV Show : The Big Bang Theory. Since it’s entering Season 9,  i am very excited, apart from the rating and critics given because the few last seasons was gradually decreased in quality.

Many things happened to the nerds gang and the ladies, Leonard and Penny on and off relationship is getting into more serious phase, Howard and Bernadette has married, Raj getting along with Emily, even Sheldon and Amy also getting serious in their relationship… or sort of. Continue reading

The Blurred Line of Internet Privacy

Whether we like it or not, right now we live in a world which have blurred border in most aspects. Nowadays, people is tend to intervene other people business.  Internet scheme has been changing more and more, since the numbers of internet user highly increasing .

A great numbers of internet users does not mean the great attitude brought by them. privacy domain and public domain on the internet is already separated by a very thin line, even almost in blurry. read more