Membeberkan Rahasia Rindu
Tak salah rasanya ketika buku ini diberi judul “Rahasia Rindu”, sebuah antologi cerpen yang dilahirkan dari tweet-tweet di @fiksimini. Semua ini berawal dari sebuah blog Cerpen? Sini! (Cerita Pendek Fiksimini) Blog yang memuat cerpen-cerpen yang dikembangkan dari fiksimini-fiksimini yang sudah di-RT oleh moderator akun @fiksimini. Butuh waktu kurang lebih 1 tahun untuk kemudian melahirkan buku yang “ajaib” ini. Ajaib karena, @fiksimini sendiri adalah sebuah karya pendek yang mengundang lahirnya imajinasi panjang dan liar, ajaib karena sosok-sosok penulis dalam buku ini tidak semuanya saling kenal tapi karya-karyanya bisa memiliki satu “nafas” dalam buku ini dan juga ajaib karena antologi ini menjamin perjalanan anda untuk menemukan kisah-kisah di dalamnya yang punya diksi, alur, gaya bahasa dan konflik yang mungkin tak terduga. baca selengkapnya
Sudah Terbit! Antologi Cerpen “Rahasia Rindu”
Ini tentang penantian
Saya sudah pernah menyumbang dua tulisan saya dalam dua buah buku antologi, artinya ini sebenarnya bukan pengalaman yang benar-benar baru, tapi membuat sebuah karya lalu dimuat dalam buku yang bisa dibaca banyak orang ? Membayangkannya saja sudah membuat saya senyum-senyum sendiri.
Maka setelah dua kali mengikuti event dan menyumbang dua karya ke nulisbuku.com satu buah karya saya lagi bisa saya sumbangkan ke dalam antologi yang saya tahu perjalanan menuju terbitnya cukup panjang.
Hasilnya ?
Sebuah Antologi Cerpen berjudul “Rahasia Rindu”…
Untraceable : Killwithme.com
Seorang Agen FBI, Jennifer Marsh (Diane Lane) dari divisi Cyber Crime harus menghadapi kasus pembunuhan yang dilakukan seorang serial killer. Modus yang dilakukan sang pembunuh ini cukup sadis, dengan cara menjebak korban di sebuah ruangan, kemudian secara perlahan membunuh korbannya dengan alat yang berbeda-beda, sang pembunuh menayangkannya di internet melalui situs killwithme.com dan semakin banyak jumlah kunjungan, semakin cepat pula sang korban itu mati.
Film ini punya ide cerita yang menurut saya cukup menarik, khususnya poin seorang serial killer yang menayangkan proses pembunuhannya terhadap korban di internet dan rasa sakit korban semakin bertambah sampai akhirnya korban terbunuh seiring bertambahnya jumlah kunjungan ke website buatannya.
Di Depan Mata
”Mas temani aku jalan-jalan ya.”
”Kemana?”
”Ke hutan belakang vila ini Mas, aku penasaran, lagian bosen di kamar terus!.”
”Tapi ini udah sore Sayang, nanti gak keburu buat makan malam.”
”Sempet kok Mas, cuma sebentar. Ya?”
Begitulah ajakan Istriku, bulan madu di sebuah vila di pegunungan yang kami sewa khusus selama seminggu. Perempuan yang baru aku nikahi 3 hari yang lalu. Aku tak lagi kaget dengan sikap manjanya yang suka minta hal-hal aneh, sudah kubiasakan diriku setelah berpacaran selama 5 tahun. Kucoba untuk selalu penuhi permintaannya.
Kugandeng tangannya, bersiap mengajaknya keluar, tapi ia menahanku.
“Sebentar Mas!”
“Apa lagi?”
“Ada yang ketinggalan” Ia setengah berlari ke kamar, lalu mengambil jaket kulit harimau.
”Ayo Mas, kita berangkat!” baca selengkapnya
Menyimak Film Superhero di Tahun 2011
Sebagai penggemar superhero (yang masih tergolong baru), khususnya superhero Amerika dan lebih khusus lagi adalah superhero dari Marvel Comics, ketika mendapat informasi bahwa tahun 2011 ada beberapa superhero yang kisahnya diangkat ke dalam film, tentu ini sebuah kabar yang menyenangkan. Beruntung pula saya sudah menonton film superhero yang saya maksud, dan inilah film-film tersebut : baca selengkapnya
Nothing But The Truth : Tentang Memegang Teguh Prinsip
Untuk sebuah prinsip, seberapa keras kita bisa berjuang untuk mempertahankannya?
Film produksi tahun 2008 ini membuat saya belajar tentang hal tersebut. Berawal dari penembakan Presiden AS yang kemudian membuat negara tersebut melakukan operasi militer terhadap Venezuela sebagai bentuk pembalasan atas penembakan terhadap Presiden mereka.
Kemudian, seorang reporter harian Capital Sun-Times Rachel Arsmtrong (Kate Beckinsale), menulis sebuah artikel terkait peristiwa operasi militer AS di Venezuela, artikel tersebut mengungkapkan bahwa seorang wanita bernama Erica Van Doren (Vera Farmiga), istri dari Oscar Van Doren, Duta Besar AS untuk Venezuela adalah agen CIA. Identitas Erica yang sebenarnya rahasia ini diungkap dalam artikel tulisan Rachel Armstrong, dengan narasumber utama yang memastikan identitas Erica ini namun narasumber ini dirahasiakan namanya. Sehari sebelum artikel ini dimuat Rachel dan Erica bertemu dimana kebetulan kedua anak mereka rupanya bersekolah di tempat yang sama, Erica membantah pernyataan bahwa dirinya agen CIA, dan dari sinilah perjuangan Rachel Armstrong ini dimulai… baca selengkapnya









